Bienvenue

Hai!

bisa berarti salam atau kata lain dari halo jika kita menyapa seseorang dijalan, kata yang singkat namun bisa mengubah kehidupan seseorang, mungkin saja ia ber’hai’ dengan orang yang nanti akan menjadi pacar, istri, suami atau mungkin mertuanya kelak #fufu yang jelas kata hai bisa menjadi pembuka sebuah percakapan dari percakapan ringan maupun kelas berat (tinju?)

Continue reading

Advertisements

Dan pagi datang

Gue gak membenarkan tindakan gue dan dia, gue juga gatau yang gue rasain dan yang dia rasain malam itu sama atau enggak.

Yang jelas pas gue bangun di pagi hari dia masih di sebelah gue, gue bisa lihat muka tidurnya yang kayaknya tenaang banget.

Gue takut untuk bangunin dia cuma gue tau waktu terus berjalan.

Sebentar lagi pagi dan gue harus menghadapi kenyataan pagi itu mungkin yang pertama dan terakhir gue liat muka dia lagi tidur.

Pain is inevitable. Suffering is optional

Haruki MurakamiWhat I Talk About When I Talk About Running…


Optional, baru-baru ini kata optional ramai banget gue sounding ke para client yang tanya tentang tata cara mengisi form yang ada keterangan optionalnya. Hmm~  kenapa sih orang Indonesia mostly itu males baca, apalagi sama hal-hal kecil kayak gitu, males baca petunjuk, males baca SOP, maunya disuapin melulu dan udah disuapin pun masih juga ngeyel karena minta nambah, hah. 

Optional itu artinya ya lo bebas milih, mau dilakuin syukur mau enggak gak masalah. Hal sesimpel ini aja yang tanya bisa 70%nya dengan pertanyaan yang sama tanpa dihayati dulu, dibaca petunjuknya padahal semua jelas ada di guideline, heol.


Kata kedua yaitu random, random artinya secara acak, berarti gak semuanya, tapi kenapa mereka masih berpikir random itu bukan random. Walaupun random memiliki klasifikasi juga yaitu “random” tapi random itu bukan sesuatu yang terstruktur kaaan? artinya random itu yaaaaa “random”.


Like today, I feel so random… *bener gak sih bahasa Inggrisnya? (bodoh)

Mau ala-ala Beauty Blogger

Selama menjanda kurang lebih 23 tahun (Astagfirullah) maksudnya menjadi single fighter for almost 20 years gue memang tidak pernah memakai skin care back then, bener-bener gak di kasih apa-apa even itu untuk pembersih muka sekali pun. Hal ini dikarenakan karena emang gue itu males banget bersihin muka dan menganggap (dulu ya) kalau hal ini gak begitu penting, dan juga faktor gak ada skincare yang cocok buat muka gue. Setiap gue pakai sabun cuci muka malah bikin muka gue beruntusan atau jerawatan gak jelas. Jadi gak ada tuh istilahnya skincare routine ala-ala beauty vlogger or blogger. Tapi ini semata-mata bukan karena gue gak nyoba sama sekali, cuma emang karena gue gak cocok sama pembersih wajah kapanpun yang beredar di Indonesia maupun dari luar sekalipun (kayak udah semua gue cobain aja).

Akan tetapi, pencarian gueeee akhirnya membuahkan hasil setelah like last year gue nyoba Hada Labo Ultimate Moisturizing Gokyujun Face Wash:

Continue reading

HOAX Diet

Bagi sebagian besar wanita, diet merupakan hal yang keberapa kali sering dibicarakan selain cowok bila sedang bersama teman wanitanya. Bagi gue dulu diet adalah hal yang tabu banget dan HOAX, karena gue biasanya cenderung semangat di awal lalu loyo diakhirnya. Namun, tahun 2017 kemarin, gue baru banget merasakan yang namanya perubahan kecil di hidup gue ketika orang-orang disekitar gue menanyakan hal ini “lo kurusan ya tan?” dan asli hal itu jadi hal terbahagia buat gue selain mendengar “lo sekarang udah punya pacar ya?” hehehehehehehehehehehe…

Continue reading

Pecinta Kopi Murah non-Instan

Minum kopi sudah menjadi ritual wajib gue hampir setiap harinya sebelum memulai aktivitas gue seharian. Rasanya kalau diibaratkan sebuah kendaraan bermotor, kopi merupakan bensin buat gue. Sejak kantor gue dipindahkan dari daerah Rasuna Said ke Fatmawati, awalnya gue berpikir gue akan jauh dari segala-galanya, seperti indomar*t(masih jauh sih emang) dan tempat-tempat dimana gue biasanya mendapatkan apa yang gue butuhkan. Karena daerah tempat kerja gue sekarang itu bener-bener menurut gue sih gersang untuk usaha (atau karena gue belum mengenal sekitar lingkungan gue aja sih ya). Setelah hampir setahun disini, setelah melewati berbagai cobaan, tantangan halangan, rintangan yang tak jadi masalah dan tak jadi beban pikiran (hayo! pasti bacanya sambil nyanyi!) gue akhirnya kembali menemukan ritme yang selama ini gue jalani pas di kantor lama. Gue mulai tahu beberapa tempat di daerah sini yang menyediakan kopi dan notabene lebih bisa dikatakan variatif ketimbang di Kuningan dulu.

Continue reading