Sepenggal kisah tak terungkap

Cie cie judulnya itu loh. Kesannya misterius abis. Ya, emang misterius abis. Bagi saya terutama, orang yang mengalaminya. Bukan, ini bukan cerita misteri #cektaggalanbukanmalemjumatjuga yang pasti kejadian ini pernah saya alami sekitar beberapa tahun yang lalu, saya juga lupa tepatnya SD/SMP, kayaknya sih SMP, apa SD ya? Sudahlah saya menyerah!! Langsung saja saya ceritakan daripada saya lupa lagi apa yang mau saya ceritakan hehe.

Jadi begini ceritanya…

Pada malam itu, saya pun tak yakin, itu malam siang atau pagi hari, semuanya kelihatan sama. Putih. Terbaring setengah sadar saya, bukan di tempat semestinya dan sepertinya saya biasa tidur pastinya. Bukan, wanginya beda. Bau obat. Dingin. Pada waktu itu saya terbangun, saya tak begitu sadar, tiba-tiba tangan saya sakit, seperti ada jarum menusuk ke urat nadi atau apalah, yang jelas tangan saya kaku, ya, saya di infus, ya itu infus sama seperti yang di film-film atau sinetron Indonesia itu, namun tak sesimpel kelihatannya, yang bias begitu saja dicabut seperti yang sering di praktekan di film-film. Rasanya jarumnya begitu menyatu ke kulit. Nyilu .

Saya masih tak yakin, apa sebenarnya yang terjadi. Baunya, tempat tidurnya, lemari di samping tempat tidur, tirai-tirai itu. Latar yang sama persis seperti di adegan sinetron di Indonesia ketika sang tokoh utamanya sedang dirawat di sebuah RUMAH SAKIT. Ya, saya yakin disinilah saya berada, rumah sakit. Tapi, pertanyaan yang ada dikepala saya, KENAPA? Sejak KAPAN? dan BAGAIMANA? Saya bisa berada disini. Apakah semua itu terjawab? Tidak semua, hanya samar-samar, sampai detik saya menulis cerita ini. Saya masih bertanya sampai saat ini setelah berlalu bertahun-tahun pertanyaan-pertanyaan tersebut masih berkelebat di kepala saya, layaknya sebuah kabut, kepala saya akan seperti itu jika pertanyaan-pertanyaan tersebut muncul. Kabur. Abu-abu

Entahlah, memori hamper seminggu atau tiga hari itu hilang begitu saja dari kepala saya. Saya tidak ingat apa-apa sebelum kejadian saya terbangun dirumah sakit itu. Seperti Hyunbin di secret garden, dan Eun Gi di Nice Guy, ya, saya rasa. Tapi bedanya, memori saya tak menghubungkan saya kepada jodoh saya (Kang Maru gitu) dan takkan berpengaruh oleh siapapun, hanya saya saja yang jadi orang bodoh. Lupa dan tidak ingat #samasajaya

Setelah hari saya siuman #bahasarumahsakitnyadaribanguntadi saya tidak langsung diceritakan apa yang terjadi dengan detail. Tidak, semua tampak ya normal-normal saja, saya hanya lemas, itu saja. Dan oh ya! Gigi saya, hal yang pertama saya rasakan adalah gigi depan saya sedikit tajam, seperti tercungkit sedikit gitu. Tidak semua hanya sedikit. Dulu tak seperti itu. Saya berasa habis mengigit sesuatu yang keras, sendok? Kenapa saya gigit sendok?

Yaah, saya lanjut aja bercerita hari saya dirumah sakit yang samar-samar juga saya ingat. Jadi dirumah sakit saya dirawat mungkin sekitar semingguan yah, seingat saya saya habis sampai 12/13 infusan. Waaah hebat ya saya.

Hari dirumah sakit setelah itu saya merasa taka da masalah apapun dengan badan saya, tak tahu apakah efek obatnya sudah bekerja atau memang saya memang tidak kenapa-kenapa. Yang jelas saya merasa sehat-sehat saja. Jujur, saya merasa sehat setelah beberapa hari siuman, saya sebenarnya tak perlu berada disitu pikir saya. Namun apa sebenarnya yang keluarga saya tunggu? Saya tak tahu. Saya yang berada di situ sih enjoy saya. Toh Cuma tinggal makan-tidur-makan-tidur beres. Kayaknya dulu saya merasa betah deh disana. Kata siapa makanan rumah sakit ga enak? Enak kok. Pinter aja milihnya, saya sih merasa fine-fine aja. #yasoalnyasayamilihsarapannyarotisusudansayakebetulansuka tapi jujur, waktu dirumah sakit saya yang mungkin emang gak tau diri merasa lebih diperhatikan. Saya pusat perhatian, penguras uang.

Saya memang tidak ingat detil saya pas berada dirumah sakit dulu #lagilagi yang jelas selain merasa baik-baik saja ada perasaan senang. Dan kosong. Ya, saya merasa saya benar-benar tak tahu apa-apa dan tidak dikasih tahu apa-apa #persissepertididramakoreaitu saya merasa seperti Eun Gi ya gitu kalo mau saya samain sama yang bagusnya.

Sudahlah masa bingung-bingungan saya… itulah yang menjadi pertanyaan saya selama ini, ruang kosong di hati dan juga kepala saya. Kejadian itu, saya hanya ingat, saya pakai pempress khusus dewasa, katanya saya kencing terus. Lalu saya merasa melayang seperti didorong oleh kasur rumah sakit dan hanya terasa cahaya lampu putih. Begitu.

Kemarin, ya tepatnya kemarin, tanggal 2/4/14 ketika saya, mamah dan kakak saya sedan asyik berbincang-bincang. Tiba-tiba peridtiwa itu datang lagi ke kepala saya, tepatnya di datangkan, oleh? Kakak ipar saya. Intinya sepertinya kakak saya bercerita padanya. Saya memang selama ini bukannya tidak mau bertanya, saya ingin, tapi saya bingung mau Tanya sama siapa, mulai darimana. Dan apa manfaatnya kalau saya tahu kejadian yang sebenarnya. Manfaat? Ada! Saya jadi tahu. Nah, jadi mikir. Dan untungnya tanpa saya yang mulai duluan malah kakak saya yang memulai menanyakan kejadian itu. Saya rasa gemetaran mau melanjutkan.

Nanti saja saya tulis di postingan selanjutnya ya, ya kalau saya ada mood melanjutkan itupun. Sekian dan mudah mudahan saya bias melanjutkannya, tbh saya belum sholat Isya, bias murka Allah sama saya, baik saya mau sholat Isya dulu, siapa tahu dapat hidayah. Bukan majalah hidayah loh ya!

Advertisements

One Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s