Kenangan di dunia maya

Gue mau mengenang masa lalu nih. Kata orang kita harus menghargai yang namanya sejarah kan. Sejarah itu kan merupakan sebuah masa lalu dan kalo gak ada masa lalu mana ada masa kini apa lagi masa depan, makanya gue sangat amat sangat menghargai yang namanya kenangan, memori, masa lalu. Karena gue yakin, apa yang kita perbuat di masa lalu itu semua worth it untuk diinget. Yang jelek ya buat pelajaran dan yang baik yang buat jadi acuan, seh bahasa gue. Lanjut mengenai masa lalu. Gue akan bahas lebih kepada sejarah atau masa lalu di dunia sosmed. Soalnya, gue punya cukup kenangan buat di share di bidang ini. Karena sosmed udah menjadi bagian dalam hidup gue dan mungkin bagian hidup dari Dinda.

Awal gue mengenal sosmed dari temen gue, di smp kayaknya, apa di SD ya? Lupa. Maklum otak saya ga bisa kayak google ga bisa nyari memori yang mau saya inget. Jadi kira-kira aja nih ya, pertemuan saya dengan sosmed anggaplah ketika saya SMP. Karena pas SMP pelajaran komputernya bukan cuma sekedar minesweeper atau pinball eh salah maksud gue paint atau word tapi sudah meranah ke dunia Internet, gue akhirnya mengenal Google, walau pada saat ini kami cuma sekedar tegur sapa aja ga lebih. #eh.
Lanjut dari google yang waktu itu gue buka di IE, gue mulai ngeri dengan kepintarannya. Gue mau nyari apa aja ada. Tapi saat ini gue masih takut buat klik link, paling banter cuma mentok ke wikipedia, abis guru gue waktu iu suka ngadain quiz, main cepet-cepetan cari informasi di google dan gue alhamdulillah waktu itu selalu menjawab dengan cepat dan tepat. Gue mulai suka sama google dan juga internet. Dulu, akun yang pertama gue buat setelah Yahoo (yang buatnya susah setengah mati) yaitu Friendster. Ya, akun penuh kenangan, kepolosan, dan mungkin kesederhanaan. Banyak sih akun-akun lain buat chatting kayak LC, Nimbuzz, YM dan sebagainya cuma gue orangnya kurang suka chatting jadi ga gue dalemin banget.

Gue jatuh cinta sama friendster, karena, dulu cuma itu yang gue tau. Dan, gue menemukan banyak teman-teman ajaib disana. Yang ga sungkan berbagi cerita dan hobi mereka sama gue.
Dulu pas jaman friendster, gue lagi jatuh cintanya sama Jejepangan. Awal gue suka manga, Anime, OST Anime dan hal-hal yang berbau Anime lainnya, waktu di FS, gue sama temen-temen gue jarang yang pake nama asli, kebanyakan karena kami pecinta Jepang, nama kami merupakan nama-nama Jepang atau karakter sebuah Anime. Nama gue sendiri berganti berdasarkan anime atau manga yang gue suka. Seinget gue gue pernah pake nama Nagareboshi, Hanazono, Nee dengan tulisan yang ajaib dan kalo sekarang lebih dikenal dengan nama alay. Ya, gue alay, dan gue yakin semua orang juga alay. Karena dulu pas kita alay, kita belum tau alay itu apa. Kata Raditya Dika aja alay adalah proses menuju ke dewasaan. Nah

Udah dengan nama gue. Selain gak pake nama asli, panggilan gue di FD adalah Nee later Nee-chan (dulu gue ga tau kalo ini dalam bahasa Jepang artinya kakak perempuan. Seakan gue mau dipanggil kakak gitu)
Inget gue punya temen Shizuka-chan, dia sama gue sering berbagi banyak cerita, biasanya kalo kami udah ngobrol bisa 1000 karakter lebih. Gue suka cara dia bercerita, gue lupa apa yang tepatnya dulu kita ceritain, sepertinya sih tentang Prince Of Tennis atau Inuyasha, bener lupa saya apa dulu yang kita bahas, yang jelas gue sangat kehilangan sosoknya, dan mirisnya sampe sekarang bahkan gue gak tau nama aslinya siapa. Dan apakah dia masih eksis di sosmed? Saya sangat kehilangan dia.
Kalo dia baca ini, gak tau juga dia inget saya apa gak. Tapi mudah-mudahan kami bisa bertemu kembali. Entah di dunia nyata atau didunia maya.

Yang kedua ada dua sosok, mereka senpai saya. Yang satu dulu PPnya Tifa FFVII, dia juga orangnya baik sekali, namanya saya tak ingat, ada K nya kalo tak salah. Yang satu lagi saya sempat dapet FB namun saya kehilangan kontaknya entah karena ia sudah tak eksis lagi di sosmed atau sudah ganti akun. Beginilah dunia maya, tidak ada satupun orang yang tau which one is fake or real. Semua kemungkinan bisa saj terjadi. Bahkan gue yakin semua banyak yang fake di dunia maya tanpa luna ini.
Yang pasti saya merindukannya, entah mereka fake atau bukan, mereka ingat atau tidak, namun saya ingat. Saya punya kenangan. Yang menurut saya cukup berharga buat dikenang dan buat diceritakan.

Dan yang terakhir yang amat sangat saya rindukan, yaitu, kakak dan sahabat saya, yang sudah saya anggap sebagai saudara. Kami sudah kenal dari SMP. Saya kenal dia dari FS, tentunya. Ia juga merupakan guru saya, ia juga merupakan tempat curhat saya. Walaupun kami terpisah jarak dan hanya disatukan lewat internet. Saya sudah menganggapnya bagian hidup saya.
Biar saya ceritakan. Saya lupa bagaimana saya mengenalnya, ia, pastinya lebih tua dari saya, Ia pandai bahasa Jepang, itu pertama yang buat saya tertarik padanya dan ingin berteman dengannya. Lama-kelamaan orangnya asik dan baik sekali juga lucu. Lalu ia selalu mengajarkan saya bahasa Jepang dan kami selalu memprakterkkanya di setiap percakapan kami. Entah bagaimana caranya, saya dapet kontaknya. Kami lalu sering smsan. Dan waktu itu ketika kami sedang nonton Narnia saya baru tau fakta kalau dia sebenarnya balsteran Jepang. Ibunya orang Jepang dan ayahnya orang Banjarmasin. Saya kaget karena saya kira nama yang selama ini diperkenalkannya adalah semata hanya nama di sosmed atau nama Jejepangan. Ternyata ia memang orang Keturunan Jepang dan Alhamdulillah ia Islam.

Kami sering melewatkan waktu berbincang dan saya tau di suka keropi atau kodok hijau lucu.
Kami sering bersenda gurau sampe pulsa salah satu dari kami habis dan merupakan akhir dari percakapan.
Sempat saya kehilangan kontaknya beberapa bulan karena tidak ada jawaban dari sms saya dan nomornya tidak aktif, beruntung dulu saya sempat dapat nomor ayahnya dan saya telpon namun anehnya sepertinya itu bukan nomornya dan saya kira saya salah sambung. Pupus sudah harapan saya, dan saya sedih karena kehilangan kakak saya itu.
Namun beberapa minggu atau hari berselang, ada nomor asing yang menghubungi saya dan ternyata itu dia. Waaah saya sangat senang. Akhirnya kami bisa terhubung kembali. XD XD XD

Dia juga sempat mengenalkan saya dengan Omnya, yang Jepang tulen dan ternyata tinggal bersamanya di BJM. Ternyata omnya itu mualaf dan baru belajar agama Islam setelah sebelumnya beragama Budha.
Namun, sekarang, lagi-lagi saya kehilangan kontaknya. Sudah lama kami tidak smsan dan nomornya tidak aktif.
Saya bertanya-tanya, apakah kami akan terhubung kembali?

#Notedtomyself saya lain kali harus tanya alamat rumahnya biar kami bisa berkirim sesuatu. Seru kayaknya! Atau saya mau ke Banjarmasin ah suatu saat nanti!

Theme song : Sazh’s Theme by Masashi Hamauzu (Final Fantasy XIII)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s