PHJ again and never end

tumblr_mm2ccwwGbm1rv3fzvo1_500

Voila!! Entah apa artinya dan apakah bener atau gak penulisannya. Tapi gue suka aja sama kata itu dan cara orang Perancis nyebutinnya bukan orang ciamis ya, Perancis.

Gue mau curhat (lagi) mengenai PHJ (lagi). Aaah! Saya bisa gila. Sudah hampir sebulan saya gak ketemu dia di masjid. Kayaknya timing saya pergi ke masjid dengan dia gak match jadi kami gak pernah ketemu lagi. Gak pernah ngobrol lagi. Gak pernah jalan lagi dan emang ga pernah!! šŸ˜¦

Jadi saya sudah hampir terbiasa dengan tiadanya dia di kehidupan hari Jumat saya. Saya sudah bisa mandiri. Bisa mandi sendiri, nyuci sendiri dan makan sendiri. Saya udah bisa tanpa pil hari jumat saya itu. Bukan pil = pria idaman lain. Pil disini ibaratnya seperti vitamin atau penambah penyemangat saya di hari jumat. Juga sebagai penutup weekdays menuju weekend saya sebagai kunci kesempurnaan weekend saya. Halah lebay banget ya saya. Tapi ya seperti itulah arti pria yang sampai sekarang namanya saja saya tidak tahu.

Dan, penantian sebulan ini. Ibarat puasa sebulan saya telah di batalkan begitu saja kemarin. Tanpa niat untuk membatalkan, tiba-tiba saja PHJ hadir lagi dikehidupan saya. Tanpa di duga-duga. Tanpa rencana apa-apa dan persiapan khusus tiba-tiba aja dia muncul dihadapan saya di lift yang sedang saya tumpangi sehabis saya mengantar rekan saya dengan motor ke menara imperial. Yang letaknya di seberang menara kuningan dan alhasil saya harus melawan kemacetan dan mencari putaran di arah menteng. Yang pada saat itu padahal jam menunjukan masih jam 3.30 sore namun mobil-mobil sudah antri dijalanan yang notabene bukan jalan besar itu. Sebenernya cerita saya nganter temen saya ini ga penting tapi kenapa saya ceritain ya? Ya, buat manjang-manjangin ceritanya aja sih.

Lanjut, ketika saya sedang menatap lurus kedepan setengah bengong mungkin sedikit melongo. Lift pun berjalan saya pun asyik bercakap dengan teman saya satu itu yang sedikit BANYAK heboh kalo cerita apa-apa. Lalu tiba-tiba, secara slow motion, pintu lift terbuka, saya langsung menoleh kedepan seakan emang sudah ditujukan sama Yang Maha Kuasa buat nengok kedepan dan tadinya saya gak sadar itu lantai berapa yang kebuka lalu pelan tapi pasti ia hadir. Pertama-tama otak saya lama mencerna makhluk apa yang ada dihadapan saya. Kayak di tipi-tipi kalo tokoh utama lagi ketemu kan suka di lama-lamain tuh. Perlahan tapi pasti saya amati ia, saya ubek-ubek databasenya di kepala saya yang sudah sebulannan gak saya sentuh gak saya update. Sampai akhirnya semua DNA cocok. Dan saya tau itu siapa. Itu dia, PHJ orang yang selama sebulan hilang dari pandangan saya. Dari kehidupan hari Jumat saya. Dari masjid deket kantor saya. Dari parkiran, dari lift. Karena memang cuma di tempat-tempat tadilah saya bertemu dengannya.

Dan sekarang ia ada dihadapan saya, kami begitu dekat namun begitu jauh. Ia (sepertinya) juga menatap kearah saya. Entah ia liat saya atau engga. Yang jelas kami sempat bertatapan sebentar, sepersekian detiklah mata kami bertemu sebelum akhirnya ia berbalik dan lift pun tertutup. Ia sekarang ada tepat di depan saya. TEPAT DI DEPAN SAYA. Jarak kami cuma beda 20 cm-an. Ingin rasanya saya peluk dia dari belakang ataupun saya senderan di belakang pungungnya yang ternyata cukup lebar untuk ukuran lelaki yang kata temen saya ‘agak’ pendek itu. Namun saya masih waras. Saya cuma nelen ludah aja dan berharap lift ini berhenti di lantai 9999999999999999999999999999999999xxx. Alias gak berhenti. Atau gak waktu aja yang berhenti. Menghentikan waktu saya dan dia. Dan membekukan jarak kami yang dekat ini lebih lama. Aaaah.. saya langsung seneng setengah hidup. Dan temen saya ngebaca itu. Gerak-gerik saya yang mecurigakan dan mupeng abis.

Sayang fantasy saya emang final banget, udah maha banget. Namun itupun segera hilang karena sang PHJ cuma naik lantai dari lantai 5 ke lantai 7 dan Wassalam. Selesai sudah fantasy singkat saya. Namun saya jadi pengen buru-buru nyampe ke lantai saya. Lantai 14. Pengen buru-buru teriak dan joget-joget gaje diatas dan cerita ke kakak saya tercintah. Dan paling buncit seasia (semoga dia gak baca).
Hari itu saya senang sekali. Sungkem saya sama teman saya yang minta anterin saya ke imperium. Kata dia, “tuh kan, ada untungnya lo ikut gue!” Bener mbak gue beruntung! makasih yaaa #smooch
Oh iya fyi, dia PHj, pake baju warna putih dan ganteeeeng abis. #Gakpentingbangetsumpah

Theme Song : C.N.Blue – LOVE GIRL

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s