Target dari boss!

Image

Target. Denger kata itu bikin gue merinding. Kayaknya kata itu termasuk daftar kata yang pengen gue denger paling akhir. Bukannya gue benci sama kata tersebut. Melainkan gak ‘terlalu’ suka saja. Kesannya terlalu menuntut. Menuntut sesuatu. Dan itu harus.

Target gue? Gue ga punya sesuatu yang spesifik kayak hal apa yang pengen gue capai di waktu tertentu dan hal apa yang pengen gue lakuin. Dan gue paling gak suka perasaan dikejar-kejar. Perasaan harus inget deadline. Perasaan itu paling gak nyaman menurut gue.

Di kehidupan gue sekarang sebagai katakanlah seorang part-timer di bidang marketing. Kata target udah kayak nasi. Gak asing lagi dan kayak kong guan tak ada duanya.  Kata target selalu ada disekeliling gue. Terutama target kerjaan. Itu yang terpenting. Ya, menurut banyak orang dan sebagian besar orang memang hidup itu adalah sebuah target cuma beda-beda aja cara mengaplikasikannya.

Simpel aja, gue adalah umat muslim dan target terbesar kami adalah masuk surga. Kalo itu sih sedikit berat untuk dibicarakan tapi gue cuma nunjukin contoh aja. Yang jelas kata target membuat jantung gue berpacu beberapa kali lebih cepat dan otomatis membuat aliran darah gue mengalir lebih cepat dan sayangnya otak gue ga bisa mengimbangi kecepatan itu dan alhasil stuck lah gue. Itulah efek samping target bagi raga gue. Bagi jiwa gue, rasa takut itu bikin gue enak makan, enak tidur dan eh salah maksud gue pake “engga” di depan kata “enak”.

 

Contoh sederhana resolusi awal tahun dan diet deh. Bagi gue, resolusi awal tahun itu cuma buat artis dan diet itu paling lama bertahan di gue seminggu. Dan tiga minggu sisanya masa penggemukkan. Kedua hal yang saat itu belom bisa gue jalani secara khusyuk dan berkesinambungan. Alias angot-angotan.

Penyebabnya sih cuma satu, yaitu niat. Eh dua deh, yaitu muse kalo istilah orang seni. Sumber inspirasi. Atau alasan kenapa kita hal melakukan itu. Bagi gue, alasan gue kurang kuat dan kurang nyata.

Alasan gue alasan fiktif, gak nyata. Jadi gak jadi jadi jadinya.

Dulu gue pernah diet karena pengen ketemu seseorang dan ga ngefek lama. Mau berubah aja, no effect at all.

Pengen merubah gaya hidup, b***$**T.

Alasan-alasan itu gak abadi dan kurang kuat.

Dan kenapa gue jadi cerita kegagalan gue ini ya? judulnya kan target ya?

Akhir kata gue cuma mau bilang. Ini inti dari cerita panjang lebar gue diatas. Dan harus disimak baik-baik dan diperhatikan. Jangan sampe kelewat atau gak kebaca. Baca sampe habis. Kalo gak dibaca sia-sia lo udah baca paragraf demi paragraf diatas. Padahal intinya ya diujung cerita ini. Eh udah siap belom dengernya? Eh tapi kira-kira ini bakal dibaca gak ya sama boss gue. Nanti gue di cut lagi sama doi. Mudah-mudahan hanya saya, Allah dan yang penting bukan orang yang kenal saya yang tau. Eh tadi saya mau ngomong apa ya? Lupa!

Di suatu sore, disaat gue sedang berbincang dengan beberapa rekan kerja gue, setelah seharian berbincang. Jadi seharian penuh kita cuma berbincang #sumpahguemintaditimpuk

Keluarlah sebuah petuah ajaib dari sang boss. My boss. Dia bilang begini, “Tan, Put, pokoknya saya targetin…” otak gue terhenti denger kata “target” inget target kerjaan yang belom kelar-kelar!!!

Lanjut beliau menambahkan “tahun depan kalian harus bawa atau kenalin saya sama pacar kalian ya, saya jadi khawatir. Pokoknya inget ya, tahun depan!”

Kata-kata yang di ucapkan my boss sih ga persis kayak apa yang gue tulis diatas tapi yang kurang lebih begitu garis besarnya. Daaaaaan “OH EM JI Helooooooo!!” Langsung bikin gue mikir seketika yang biasanya gak pernah. Itu beneran? Target macam apa itu???

Sampe segitu parahnya kah kesan jomblo yang gue timbulkan dan segitu keliatankah kejombloan gue sampe jadi perhatian besar my boss dan sampe dibikin target begitu?? OH NO!!

Tapi gue gak sendiri. Ada Kak P kan tadi dibelakang nama gue? kekeke #ketawajahat

Jadi seenggaknya gue ga terbebani ini sendirian. Gue masih punya partner. Seenggaknya sampe kak P punya pacar 😦

Dan alhasil gue sempet discuss itu sama kak P sepulang kerja kebetulan kami bareng waktu itu. Sebenernya our boss itu care lah sama kita, gue dan kak P. Taaaaaapi, apakah image kita udah jomblo lumutan banget ya? Ampe dibuatin target gitu. Ya, gue tau sih ini cuma sebagai salah satu alasan “lagi” untuk gue lebih semangat jalani hidup dan fighting untuk melangkah dan move-one dari status jomblo ke “it’s complicated” atau bisa jadi “in relationship”. Gue tau my boss is the carest man in the world and I lop yu pul deh Pak.

Tapi sesungguhnya. It’s not enough. Muse masih belom gue dapetin. Alias, masih abu-abu. Belum ada yang bener bisa jadi alasan. Dan, I have to find it by myself. And, wish me luck!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s