Hari rabu itu…

Horor banget!

Asli ini horor banget. Pengalaman gue yang paling horor dari yang terhoror.
Gue bukan lagi syuting film horor atau lagi ngaca. Tapi ini beneran gue harus cerita. Jadi begini ceritanya, langsung aja ya, Pada suatu hari yaitu hari rabu dan tepat pada hari dimana gue menulis ini di note di hape gue. Pra malem jumat, gue mengalami kejadian yang sangaaaaaaat aneh. Dan menurut gue patut untuk gue tuangkan kesini.

Singkat cerita, gue yang biasanya minggat dari kantor jam 3an hari ini diberi amanat oleh my boss untuk membeli sesuatu keperluan kantor bersama dengan kedua rekan kerja gue yang paling “kece”. Kita capcus dong bertiga dari kantor jam 3 langsung ke ambassador. Setelah itu kami bertiga muter-muter ambass buat nyari semua yang ada di list yang udah dibuat kak P dan sebenernya bukan ini inti ceritanya, dan ga penting juga gue ceritain ini dengan detil dan panjang lebar.

Ceritanya kita udah selesai dari acara beli-beli itu. Dan gue bersama kak P #secretly sepakat untuk ketemuan di tempat nogkrong paling kece se-Condet yaitu. . .
Kios pinggir jalan di kebon kosong yang jual kerang rebus dan aneka seafood yang mungkin asalnya dari kali ciliwung (sumpah ga mau tau itu seafood dari mana dapetinnya) tapi rasanya gak kalah sama seafood di restaurant kaki lima. Dan ini juga bukan inti ceritanya, ini bukan cerita tentang seafood horor melainkan awal dari semua keanehan yang terjadi pada gue sehabis menyantap sepiring kerang hijau rebus, tiga udang tanpa nama dan satu setengah cakwe. Setelah puas menyantap makanan tidak sehat itu, gue pun segera capcus untuk pulang. Karena hari sudah malam dan ikan mau bobo.

Btw, gue mau cerita dikit nih tentang gue dan kak P. Kita tuh kayak punya radar gitu entah mengapa setiap kita janjian selalu aja ketemu dan pas. Misalnya tadi, gue sama kak P terpisah jalan, ruang dan waktu. Gue kira kita batal untuk makan kerang, karena kebetulan hujan juga dan ribet eeeeh gataunya gue kan baru aja mau wasap doi karena mau tilpun gak ada pulsa #plak.

Eh baru mau buka wasap si kak P udah nelpon aja dan alhasil kita jadi deh makan. Dan ada sedikit firasat emang dihati gue dia pasti telepon gue. Daebak! Ini bukan cuma sekali, tapi berkali-kali. Udah sih gitu aja. Hahaha

Oh iya tadi ceritanya gue udah beranjak ya dari tempat kerang, iya, gue dan kak P setelah mabok kerang karena doi mesen 2 piring akhirnya mengakhiri silaturahmi kita itu dan mengambil jalan masing-masing untuk kembali kepada rumah masing-masing.

Karena perjalanan gue masih rada jauh yaitu condet ke depok, gue terbiasa melaluinya dengan sumpelan headset di kuping dan bernyanyilah gue sepanjang jalan kenangan ditengah rintik hujan dan macetnya jalan raya Bogor. Sesampainya di jalan deket rumah gue, disinilah awal terjadinya sesuatu. Sesuatu yang mengubah persepsi gue tentang hari. Gak selamanya peristiwa horor itu terjadi di malem jumat. Karena jelas-jelas gue mengalami ini di hari rabu, malam kamis, pra-malam-jumat. Ini bener-bener gak biasa dan mudah-mudahan gak akan terjadi lagi dalam hidup gue yang fiksi ini. Astagfirullah.

Jadi gue seperti biasa lewat jalan yang biasa gue lewatin. Jalan yang lumayan besar tapi bukan jalan raya, jalan menuju perumahan pondok cibubur. Jalannya sumpah bitchy abis, udah banyak lubang berserakan. Genangan air dll. Gue melihat dipertigaan di depan gue ada sebuah bis yang entah mengapa disaat dan waktu yang tidak tepat sedang berusaha untuk belok ditikungan yang tidak seharusnya dia berada disana

Menyebabkan kemacetan lokal yang menurut gue ini gak penting banget. Dan firasat gue mengatakan it will takes more time padahal gue udah ga sabar pengen mandi. Pengen pulang pengen mengakhiri perjalanan pulang gue ini. Dan gue melakukan tindakan yang nantinya bakal gue sesali. Karena ketidaksabaran gue dan pikiran buruk gue tentang itu bis dan segala apa yang akan terjadi. Kemacetan lokal yang akan menyita waktu gue yang sangat berharga itu. Gue dengan agak sedikit ragu-ragu awalnya, akhirnya memutuskan untuk mengambil jalan pintas.
Ya, jalan pintas ini setau gue akan mempercepat langkah gue kerumah ketimbang menunggu bis itu sampe berhasil buat nikung di pertigaan itu. Yang menurut ramalan gue bisa 1 jam-an. Pokoknya udah illfeel deh gue.
Dengan memutar stang motor gue kekanan dan beberapa meter ada gang kecil gue masuk situ dengan pedenya. Gangnya menurut gue agak lebih kecil ketimbang biasanya. Apa karena gue yang tambah besar? Gue gak tau. Dan gak mau tau. Yang gue mau cuma cepet sampe rumah.
Gue ikutin jalan setapak demi setapak tanpa rasa ragu sambil dengerin BGM dari Final Fantasy judulnya One-winged Angel yang rada horor. Pas banget.
Dua tiga belokan gue agak ragu mau ambil kanan atau kiri. Dan sunnah rosul mengajarkan kanan lebih didahulukan jadi gue ambil kanan, ragu, tapi gue anehnya tetep ngotot. Lalu gue tiba-tiba melewati jalanan tanah yang beda dari tadi karena tadi jalannya itu kon-blok. Makin masuk kedalem perasaan gue gak enak #dikit. Ini aja gue masih deg-deg-an pas nulis. Sumpah, gue lanjutin gak ya ini? #timpuk

Dan eng-ing-eng tibalah gue di KUBURAN. . .
ASTAGFIRULLAH
Gue langsung nyebut, dzikir, bebacaan dan berulang kali mengutuk tindakan gue ini. Dan situasinya gelap, becek, gue naik motor bebek, gang sempit, motor gue kejebak oleh tanah yang basah, dan jeblok. GUE PANIK.

Masih pake headset dan lagu yang diputer makin keras dan HOROR.
Dan gak ada siapa-siapa pula disitu. Asli, sepi banget gak ada orang sama sekali dan itu JALAN BUNTU.
ASTAGFIRULLAH
Gue bener-bener sugesti diri gue harus cepet keluar dari situ sebelum terjadi apa-apa. Pengen teriak gue. Pengen nangis.
Ya Allah ada apa ini. Headset juga makin keras aja suaranya. Gue matiin tapi gue takut denger apa-apa jadi gue nyalain lagi. Motor gue makin masuk ke dalem tanah lembek dan gue makin panik. Gue liat ada celah jadi gue makin ke dalem dan ternyata BUNTU.
Gue akhirnya turun dari motor dan dengan sisa tenaga dan kesadaran gue gatau gimana gue berhasil keluar dari situ. Kayaknya kalo terdesak kekuatan kita emang bisa dipacu semaksimal mungkin.
Gue LOLOS. Gue langsung tancap gas. Gak mau nengok kanan-kiri karena disitu juga ada pohon pisang dan tau lah.
Gue akhirnya kembali ke jalan yang benar dan gue beristigfar sepanjang jalan.
Sampe di jalan yang agak terang gue liat ada orang dan gue baru bisa bernafas lega.
Mimpi apa gue. Dan gue saat itu dalam keadaan haid. Alias rawan banget bagi cewek.
Alhamdulillah gak terjadi hal lebih dari pada itu sama gue.
Dan dapat gue ambil kesimpulan dari sini yaitu, BERSABARLAH

Nb : pas gue keluar gang besar kembali ke jalan utama tadi yang gue skip dan berakhir di tempat “itu” ternyata itu bis ada dibelakang gue. Jadi, ya, intinya gue berhasil juga sih nyalip tuh bis. Hehe

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s