Bacaaaaaaa!!

Gue pernah denger cerita antara orang Indonesia sama orang luar mengenai hobi. Ketika orang Indonesia bilang hobi mereka membaca, si orang luar (luar negeri ya bukan luar angkasa) ketawa. Dalam budaya mereka, membaca bukanlah sebuah hobi melainkan sudah menjadi sebuah kebiasaan. Membaca yang dijadikan orang Indonesia sebuah hobi dipandang mereka aneh, karena membaca bagi mereka lebih dekat kepada keharusan dan kebiasaan. Kalo hobi itu kesannya kayak membaca itu kegiatan khusus sedangkan kalo orang luar tidak memandang demikian tentang membaca.

So, membaca itu udah mainstream? lol semacam itulah.

Kita suka mendewakan orang yang suka membaca, padahal membaca bukanlah suatu hal yang hanya dilakukan orang yang suka saja, melainkan hal yang seharusnya memang kita lakukan dan kita jadikan kebiasaan. Nah, dengan intro yang begitu pandjang disini gue cuma mau curhat (lagi) mengenai minat baca gue yang udah mulai menurun beiringan dengan minat nulis gue. Karena menurut gue baca dan nulis punya hubungan erat. Ketika gue suka nulis itu berarti gue lagi demen baca. Ya, gue orang Indonesia yang menjadikan baca sebuah hobi. Karena jujur, gue bisa baca kalo gue punya mood. Berarti gue belom termasuk kriteria orang luar negeri karena menjadikan membaca sebuah kegiatan yang sakral. Ya, membaca bagi gue sama dengan nonton film. Peristiwa yang sakral. Keduanya berlangsung ketika gue punya MOOD.

Tahun ini khususnya, gue jarang banget membaca, membaca disini maksud gue membaca buku ya kayak novel, manga dan sodaranya. Gue lebih fokus ke film atau dunia visual yang tidak membutuhkan imajinasi lebih. Gue lebih suka dengerin musik dan emang selalu suka. Karena, gue belum nemu buku yang pengen banget gue baca kayak bukunya Ilana Tan – Autumn in Paris. Gue belum nemu penulis yang bikin addict. Ada sih beberapa rencana “baca” novel kayak City of Bones, Divergent, The Fault in Our Stars, Fallen dan novel lainnya tapi karena sebagian besar udah di film-in dan gue udah nonton filmnya gue jadi males baca novelnya. Karena gue gitu, kalo gue nonton filmnya gue jadi males baca novelnya karena novel itu udah terimajinasikan ke film dan gue gak bisa memakai imajinasi gue lagi buat itu novel. Jadi gue males.

Kecuali HP, gue udah nonton serinya tapi gue tetep bisa baca novelnya yang tebel itu kalo gak salah yang ke 6, The Half Blood Prince dan sampe sekarang gue malah belom nonton filmnya (kebalik ya). Gitu lah gue, orang bilang ribet. Dan spoiler juga salah satunya yang bikin gue kehilangan MOOD untuk menyelesaikan bacaan atau tontonan gue.

Tapi tiba-tiba minat baca gue tumbuh ketika gue liat sebuah poster film Indonesia berjudul “Supernova”. Itu film apa henpon? yap, setau gue itu nama seri henpon Nokia dahulu kala, gatau masih ada apa gak sekarang. Sebenarnya gue dah sering liat buku itu di gramed tapi karena tebel dan berseri pula lagi gue jadi kurang minat dan gue gak tau juga itu cerita apa, pokoknya perasaan yang sama ketika gue liat Perahu Kertas untuk pertama kalinya dengan gak begitu minat tapi ketika gue baca WOW, boleh juga. Tapi gue tidak merasakan ketertarikan itu ketika melihat novel Dee – Supernova ini. Dari cover sih lucu, kayak lambang-lambang gitu tapi masih belum bisa menarik minat gue dan butuh waktu yang lama, sampai hari ini gue liat trailer filmnya yang menggerakkan gue untuk membaca buku tersebut. Entah mengapa I want it so BADLY.

Then, yep. Gue memutuskan untuk iseng-iseng cari “ebook” nya. Alih-alih peduli lingkungan dengan menghemat kertas dan bla bla bla gue sercing sercing di gugel OH NO!!!! semua linknya rata-rata matee.. Wahh gue keduluan sama Dee dan angket-angketnya. Gue cuma dapet versi pdf acak kadul dan .prc yang minta banget di tabok karena corrupt gitu filenya. DAMN. Masa gue harus beli? nah beli? melintas dipikiran gue. Gue tipe orang yang hari ini mau kalo bisa hari ini dapet. Detik ini jam ini menit ini harus ada di tangan gue. I can never stop till I get it, the worst is pikiran gue akan hanya tertuju pada dapetin novel itu bagaimanapun caranya, Selain pinjem temen atau baca onlen, karena jujur gue gak begitu suka. Gue sukanya baca buku yang udah gue miliki. Kalo punya orang rasanya gak enak aja. Enakan punya sendiri. Pacar sendiri. Laki sendiri. Suami sendiri. Padahal gak ada satupun yang gue punya 😦

Wish me luck ya, semoga gue dapet novel ini. Pengen banget langsung ke gramed gue hari ini juga..

Ini posternya

B1XwF7mCAAEBQQG

Ini cover bukunya (versi lama)

Supernova-1

Ini gue sama Junot (ngarep) Bukan deh Raline, Kenapa harus dia???

Supernova_zps91d2f4ec

BtstDZxCQAIEd_j

Ini keempat bukunya dengan cover terbaru

supernova

Source : kaskus.co.id

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s