/’ɔ:lməʊst ‘sɪtɪ/

Gue mau cerita karena memang udah lama banget sepertinya sejak gue nulis terakhir kali. Ini mengenai sebuah nama dan takdir yang dibawanya.

Dahulu kala, lahirlah anak perempuan disebuah desa yang tidak mau disebutkan namanya, dia adalah anak pertama dari sepasang suami istri. Di desa yang tanpa nama tersebut, anak itu hendak diberi nama. Seperti halnya di kota-kota besar, di desa tersebut juga ada beberapa nama yang populer. Para saudara sang ibu pun mengusulkan nama yang populer tersebut pada si ibu yang ingin menamakan putri kecilnya tersebut. “Namai saja dia City”. Sang ibu pun berkata. “Saya tidak mau ah! kamu tahu berapa orang di desa ini yang namanya City?”. “Saya mau namai dia Princess saja”.

Sejak saat itu, bayi tanpa nama tersebut pun akhirnya memiliki nama, yaitu Princess. Dibanding nama Siti yang sudah macam garam di lautan di desa tersebut. Putri akhirnya beranjak dewasa dan pindah ke kota besar yang juga tak mau disebutkan namanya. Berceritalah Putri kepada teman yang sebut saja namanya Lily, bahwa dia hampir saja dulu dinamai Siti. Almost City.

Advertisements

2 Comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s