skådespelare

Aku merasa menjadi aktor di dunia ini. Mungkin memang benar, dunia adalah panggung sandiwara dan kita semua atau mungkin sebagian memang berperan menjadi tokoh yang kita inginkan maupun tokoh yang sama sekali tidak kita inginkan bahkan tokoh yang mungkin dipilihkan oleh orang lain untuk kita. Sutradara? Mungkin ada juga sutradara dalam setiap drama yang kita mainkan setiap harinya. Sutradara yang paling pasti adalah Tuhan.


Lakon komedi, tragedi, maupun lakon kehidupan seperti biasa selalu kita mainkan.
Aku selalu memainkan lakon yang berbeda setiap kalinya. Kadang aku berpura-pura jadi seorang chef, pecinta bunga, pengumpul perangko, traveller, seorang fans suatu band, pecinta hal berbau paris, kadang aku tergila-gila dengan shakespeare, kadang aku merasa menjadi orang tersedih di dunia maupun paling bahagia. Semua ini dapat dipengaruhi oleh semua fiksi, novel, film maupun tren disekitarku yang sedang aku tekuni. Aku krisis identitas. Mungkin ya mungkin tidak. Namun, aku hanya tidak bisa mengontrol saat diriku yang asli keluar, mungkin akupun tidak mengenali diriku sendiri. Jadi tidak bisa mengidentifikasikannya. Ya itu mungkin namanya krisis identitas ya. Entahlah.
Aku selalu menggunakan momen kesedihan orang lain guna untuk menangisi kesedihanku sendiri, seperti saat mendengar kisah sedih, aku menangis bukan karena kisahnya, melainkan kisahku. Semua cerita sedih di novel, film, aku selalu mengaitkan dengan kesedihanku. Kesedihan yang mungkin kubuat sendiri.
Aku juga merasa, hidup adalah sebuah pencarian yang tiada henti. Seakan-akan kita semua ini puzzle, satu persatu bagian yang kita cari kita temukan, kadang bagian yang kita temukan tersebut bukanlah bagian yang tepat jadi kita harus mencari bagian yang yang sesuai dengen bentuk yang kita butuhkan bukan kita inginkan. Semua itu kita lakukan agar potongan-potongan puzzle tersebut dapat bersatu menjadi sebuah puzzle yang utuh. Menjadi sebuah puzzle yang berarti dan memiliki makna.

“I’m always searching For your figure to appear somewhere Even when I’m crossing a street, even in the midst of my dreams Even though I know you couldn’t be at such a place”

One More Time, One More Chance by Masayoshi Yamazaki (OST. 5 Centimeters per Second)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s