Klabing

Pernah gak kalian pergi gitu aja tanpa arah dan tujuan? misalnya ketika naik motor gitu? kalau saya sih bukan hanya pernah, bahkan sering. Setiap hari aja saya suka bingung kenapa saya harus naik motor? saya mau kemana? lewat mana? saya mau ngapain sih kesini? itulah pikiran-pikiran saya tiap harinya setiap melaju bersama motor yang salam ini menemani langkah saya kemanapun saya pergi. Walaupun tujuan saya sudah jelas terpampang di depan mata, terprogram di otak saya. Saya masih bingung apakah ini benar-benar yang saya inginkan? hal yang ingin saya lakukan? apakah saya benar-benar harus melakukan hal ini?

Pertanyaan-pertanyaan retorik tersebut selalu muncul dan memperberat laju motor saya untuk ke tempat yang saya tuju. Alhasil, sekali duakali saya terpaksa membelokan setir motor saya ke arah yang berlawanan dengan yang seharusnya, seakan lari akan realita hari itu. Pergi ke Lalaland, membiarkan motor saya melaju sekehendak hatinya hari itu. Kadang saya hanya mengitari jalan-jalan yang sebelumnya belum pernah saya lalui dan menyesatkan diri saya, sampai pernah saya melajukan motor saya ke puncak dan melaju jauh lagi sampai saya kira saat itu saya tidak tahu dimana saya berada dan memutuskan untuk memutar arah lagi, back on track, kembali ke jalan saya seharusnya, kembali ke realita. Saya namakan hari-hari itu dengan hari klabing, dimana hari itu saya hanya kelayapan bingung, hem~ itu istilah kata orang apa ya? betawi sepertinya, yang artinya pergi tanpa arah dan tujuan yang jelas.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s