BANG BANG BANG!

Jakarta-Big-Bang

Source: Google

BANG BANG BANG!

GYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!

begitulah yang gue inget dari konser Bigbang “MADE” di Jakarta Agustus lalu tepatnya Sabtu, 1 August 2015 yang digelar di tempat konser paling “keren” di daerah BSD City yaitu “ICE – INDONESIA CONVENTION EXHIBITION”

Hmm.. namanya keren ya? Ho oh, Tempatnya juga keren kok. Lalu? Promotornya “$%@$#@$@#$!!!!!!!!!!” begitulah, saya tidak mau membahasnya, biarlah “netizen” lain yang membahasnya, sudah cukup rasanya. Sakit.

Tetapi saya mau cerita perjuangan saya seorang diri kesana, saya ke BE ES DE SI TI, yang belom pernah sekalipun saya pijakan kaki diatasnya. Saya, seorang fans cupu dari Depok ke BSD City bermodalkan motor & GPS dari Google akhirnya sampai disana entah mengapa. Saya cuma ikuti nasehat dari mbak-mbak gugel yang nyuruh saya turn right, turn left, slide, kayang dan petunjuk hijau yang saya bersyukur banget pemerintah menaruhnya disepanjang jalan saya ke BSD City walau tidak banyak membantu tapi saya appreciate banget. Makasih pemkot DKI dan juga Tangerang.

Saya sudah lupa betapa panasnya perjalanan saya waktu itu, betapa naifnya saya yang belum  memiliki tiket dan juga belum tentu sudah gajian pula *maklum saya penganut gajian tanggal 31-1. Yang saya tau, Bang Bang Bang saya berada disana, berpijak dibagian belahan bumi yang berdekatan dengan saya dan saya harus menemui mereka. Harus. No matter what.

Motivasi saya sudah jelas, saya mau ketemu bang bang bang saya bagaimanapun caranya. Saya ingin memastikan apakah dada saya masih bergetar ketika melihat mereka, mendengar suara mereka, berada ditempat yang sama dengan mereka dan menghirup oksigen yang sama dengan mereka. Saya sudah gila.

Tanpa tiket, belum tentu sudah gajian, dan saya berada di negeri orang.

Hal pertama yang ada diotak saya adalah “air” dan yang kedua adalah TIKET. Yep, barang yang terpenting malah belum saya miliki. Satu-satunya harapan saya adalah bapak-bapak sekalian disekitaran ICE yang nyatanya bukan fans Bigbang namun memiliki “kunci” bertemu mereka. Lantas saya mencoba berkeliling untuk mempelajari situasi setempat, misalnya, membedakan antara “calo” dan orang biasa yang notabene bercampur haru-biru menjadi satu dipelataran ICE yang ternyata memiliki banyak gate yang membuat saya hampir mati dibuatnya. “JAUH” antara parkiran motor saya dan gate Bigbang menembus kecepatan cahaya #apalah.

ICE adalah sebuah tempat ditengah-tengah padang lapang yang masih sepi akan bangunan, jauh dari peradaban, jauh dari AEON tempat nongkrong anak gaul jaman sekarang selain IKEA. ICE ya hanya ICE, hanya ada ICE didekat ICE.

Oh iya, di ICE pada saat itu sama sekali tidak ada tanda-tanda akan diadakannya konser sekelas boyband seperti BIGBANG, semua sepi, sunyi, yang ramai malah pameran batu akik tidak beberapa jauh dari sana dan saya hampir saja salah masuk kesana. Untunglah, saya takut saya nanti dikira batu dan digosok bapak-bapak karena kulit saya sudah mirip seperti batu ayng belum digosok, hitam, kusam, berkerut.

sudah ya ceritanya besok lagi, soalnya saya harus berangkat kuliah #byebye

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s