Bang!

Seiring berjalannya waktu ditambah dunia yang berputar tidak hentinya menyebabkan pergeseran makna dan rasa yang terkandung dalam sebuah kata. Dahulu ketika gue kecil, yang entah itu kapan, gue selalu menganggap semua hari asyik. Terutama hari minggu, yaa mungkin karena ada pengaruh sugesti dari lagu “Pada hari Minggu ku turut ayah ke kota…” jadi gue yang masih polos itu dulu selalu mengagung-agungkan hari Minggu.

Setelah gue mulai agak besaran, namun tidak sebesar sekarang, dan merupakan side effect dari lagunya Marshanda yang berjudul “Kisah Sedih di Hari Minggu” perlahan gue jadi biasa aja sama hari minggu dan itu terbawa sampai sekarang gue rasa. Hari minggu itu boleh dikatakan pre-monday, yang biasa disalah-artikan menjadi pere mandi aka gak mandi. Yang merupakan awal dari sebuah hari Senin, hari yang lumayan angker bagi orang jaman sekarang, terutama para penikmat social media account seperti pet, instegrem en fesbuk.

Gue putuskan semenjak kenal sama *PHJ, hari yang paling gue suka adalah hari Jumat atau Friday. Hari dimana para lelaki menjadi ganteng karena Sholat Jumat dan jam istirahat otomatis memanjang sendiri dari 30 menit menjadi selamanya! SE LA MA NYA! Hari Jumat juga merupakan hari jajan sedunia ketika kantor gue masih dibilangan Setiabudi, Menara Paling kece sesetiabudi yaitu MK aka Menara Kuningan.

Semenjak pindah ke Fatmawati, which is famous for the bad traffic jam, there is no hope for me to feel such a feeling for Friday like in MK. Makanan susah, indomart jauh, serba gak ada disini, terisolasi sama proyek MRT. Harus jalan berkilo-kilo meter hanya untuk beli Mie ayam, ke warteg harus jalan dulu, beli gorengan harus jalan dulu, mau ke kamar mandi harus naik kopaja.

Tapi, merupakan sebuah keajaiban di hari Jumat ini, tepat hari ini yaitu tadi jam 12an ketika gue dan temen gue memutuskan untuk melanglang buana mengitari Fatmawati demi mencari sesuap nasi, dan sebungkus gorengan, kami dengan gagahnya menemukan TUKANG BAKSO CUANKI lewat di depan kita yang abangnya semudian melengos masuk gang, bahkan tidak memberi kesempatan pada kami buat mengenal dirinya lebih dekat. Tidak menyerah, temen gue pun akhirnya tak kuasa untuk memanggil abangnya dengan sisa-sisa gelambir diperut kami yang bergetar disetiap langkah kami.

Satu kali panggilan “Bang!” rupanya hanya sanggup untuk membuat abang-abang yang tidak berkepentingan untuk menengok ke arah kami. Kami pun menolaknya dengan berat hati, dan mencoba kembali memanggil abang TUKANG CUANKI yang nampaknya masih diluar jangkauan kami.

Dia akhirnya menoleh, kami akhirnya dapat mencapainya. Tak kuasa menahan rindu akannya, kami pun langsung pesan 2. Namun setelah kami mengikrarkan pesanan tersebut, kami merasa sangat terkhianati sampai-sampai gelak tawa tidak terbendung lagi. Kami tahan dan kami tahu kami kuat, walau dada terasa sakit.

Kami pun pulang dengan membawa 2 bungkus kembang tahu dan berlalu meninggalkan abangnya sendiri di gang tersebut.

WhatsApp Image 2017-05-19 at 4.51.30 PM

*If you want to know more about PHJ, please just keep your dream on!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s