FYI

I don’t know if it’s necessary or not to make a clarification statement regarding my position in this blog. All the posts here are made by me and not all the posts are my own story, I mean, come on! this is not social media like twitter or instagram which the place to share your own social life but this is just a blog. I can tell or write a story whether the story is true or not, fiction or non-fiction, or whatever you may called it.

It’s just a blog with stories to tell. I’m sorry if it disturbs you in anyway.

Cheers,

hainetane

Advertisements

Just one nigt

pexels-photo-618916.jpeg

It’s probably my fault

Just blame me for all we’ve done

We just did it

We’d promised

but we broke it

It’s just a sweet temptation

It’s a devil’s kind of choice

I hope this is the first and the last time for us

I hope we stay just like before

I hope it doesn’t change anything

we still be like the way we used to be

I know, It’s hard for us

I know, just let us go this time

Oh god, of devil.

 

_Just don’t_ by hainetane

Dan pagi datang

Gue gak membenarkan tindakan gue dan dia, gue juga gatau yang gue rasain dan yang dia rasain malam itu sama atau enggak.

Yang jelas pas gue bangun di pagi hari dia masih di sebelah gue, gue bisa lihat muka tidurnya yang kayaknya tenaang banget.

Gue takut untuk bangunin dia cuma gue tau waktu terus berjalan.

Sebentar lagi pagi dan gue harus menghadapi kenyataan pagi itu mungkin yang pertama dan terakhir gue liat muka dia lagi tidur.

Pain is inevitable. Suffering is optional

Haruki MurakamiWhat I Talk About When I Talk About Running…


Optional, baru-baru ini kata optional ramai banget gue sounding ke para client yang tanya tentang tata cara mengisi form yang ada keterangan optionalnya. Hmm~  kenapa sih orang Indonesia mostly itu males baca, apalagi sama hal-hal kecil kayak gitu, males baca petunjuk, males baca SOP, maunya disuapin melulu dan udah disuapin pun masih juga ngeyel karena minta nambah, hah. 

Optional itu artinya ya lo bebas milih, mau dilakuin syukur mau enggak gak masalah. Hal sesimpel ini aja yang tanya bisa 70%nya dengan pertanyaan yang sama tanpa dihayati dulu, dibaca petunjuknya padahal semua jelas ada di guideline, heol.


Kata kedua yaitu random, random artinya secara acak, berarti gak semuanya, tapi kenapa mereka masih berpikir random itu bukan random. Walaupun random memiliki klasifikasi juga yaitu “random” tapi random itu bukan sesuatu yang terstruktur kaaan? artinya random itu yaaaaa “random”.


Like today, I feel so random… *bener gak sih bahasa Inggrisnya? (bodoh)

Mau ala-ala Beauty Blogger

Selama menjanda kurang lebih 23 tahun (Astagfirullah) maksudnya menjadi single fighter for almost 20 years gue memang tidak pernah memakai skin care back then, bener-bener gak di kasih apa-apa even itu untuk pembersih muka sekali pun. Hal ini dikarenakan karena emang gue itu males banget bersihin muka dan menganggap (dulu ya) kalau hal ini gak begitu penting, dan juga faktor gak ada skincare yang cocok buat muka gue. Setiap gue pakai sabun cuci muka malah bikin muka gue beruntusan atau jerawatan gak jelas. Jadi gak ada tuh istilahnya skincare routine ala-ala beauty vlogger or blogger. Tapi ini semata-mata bukan karena gue gak nyoba sama sekali, cuma emang karena gue gak cocok sama pembersih wajah kapanpun yang beredar di Indonesia maupun dari luar sekalipun (kayak udah semua gue cobain aja).

Akan tetapi, pencarian gueeee akhirnya membuahkan hasil setelah like last year gue nyoba Hada Labo Ultimate Moisturizing Gokyujun Face Wash:

Continue reading