반지

Have you ever watched some movie or drama and you want the same ring or necklace that the lead male or female wore so bad?

 

Advertisements

The Mood of That Day Review

Film ini selalu gue ulang-ulang sebagian atau seluruhnya setiap malam kalau gue mau tidur. Gue udah nonton film ini berkali-kali cuma rasanya pengen nonton lagi dan nonton lagi. Ceritanya ringan banget, romantic comedy sih. Biasanya cerita film-film seperti ini standar, ujung-ujungnya ya happy ending, tapi menurut gue untuk yang satu ini gak ngebosenin. Entahlah karena pemainnya Moon Chae Won eonni dan Yoo Yeon Seok oppa atau gimana. Gue pertama kali ketemu eonni di Briliant Legacy lalu Painter of The Wind, My Fair Lady, Princess’ Man (akting dia disini gue suka banget sama Park Shi Hoo) dan Innocent Man(disini juga gue suka banget, dia itu total banget meranin EunGi sama Song Joong Ki) . Kalau Yoo Yeon Seok gue ketemu pertama kali di Reply 1994, cuma dulu gue bukan team chilbong (maaf ya oppa) gue team oppa!!!! Gue baru suka sama dia pas di film ini memang, telat banget ya guee? yaah gimana ya 😦

Yang jelas di Mood of The Day chemistry diantara mereka dapet banget. Temanya yaitu train, conversation, stranger, one-n*ght-st*nd ah! itu adalah tema-tema kesukaan gue hee~ kayak Before trilogi yang pertama, Before Sunrise dan novel yang baru aja selesai gue baca yaitu Just One Day (2 1/2 logy sepertinya).

Penasaran sama filmnya? nonton aja deh mendingan 🙂

Note: ternyata gue baru nyadar kalau sepanjang film mereka pakai background songnya Ed Sheeran – Photograph cuma emang di aransement ulang dan itu baru gue sadari tadi malem pas nonton untuk kesekian kalinya. 

Pardon My Obsession

Gue mau cerita tentang betapa dunia fiksi amat mempengaruhi kehidupan nyata gue. Salah satunya fiksi menginspirasi gue untuk menjadi sesuatu, membeli sesuatu, hobby akan sesuatu yang sifatnya temporary atau sementara. Seakan-akan gue pengen menghidupkan fiksi tersebut dan meleburkannya ke dunia nyata. Adakalanya fiksi seakan menarik gue menjauhi dunia nyata itu tersebut, seperti yang beberapa tahun lalu sahabat gue pernah bilang ke gue kalau hidup gue itu ya fiksi. Gue hidup dengan kenyataan bahwa gue mendedikasikan sebagian besar hidup gue bukan di dunia nyata gue melainkan dunia fiksi atau imaginary yang gue ciptakan sendiri.

Semua yang dikatakan temen gue itu ada benernya namun gak semuanya benar. Gue juga selalu berusaha menarik diri gue kembali ke dunia nyata sebelum gue tenggelam lebih jauh ke dunia fiksi dan gak bisa balik lagi. Fiksi menjadikan gue pribadi yang random dan mudah sekali terpengaruh alur cerita yang sedang gue ikuti saat itu. Misalnya, tiba-tiba ketika gue nonton Fullhouse dulu, gue pengen kayak Han Ji Eun yaitu jadi penulis novel atau naskah!!!! Gue pengen punya rumah kayak rumah-rumah yang ada di fiksi, Alice: Boy in Wonderland-nya Jonghyun, lake house ala-ala Ilmare. Gue jadi suka bunga gara-gara gue nonton Goblin dan pengen nanem buckwheat di halaman rumah gue sampe akhirnya gue nyari bibit tanamannya dan cara nanemnya, dan ternyata hasilnya gue gak dapet bibitnya karena udah abis. Gue masih nyari lagi! takutnya juga ga bisa gue tanem gitu aja karena di Indonesia kayaknya hampir ga ada ladang buckwheat deh.

Kalau dalam hal apparel atau fashion gue rada give up! karena udah harganya selangit, kadang brandnya ga dijual bebas di pasaran alias cuma ada di negaranya aja. Kayak sepatu Veja yang dipake Gong Hyo Jin di Jealousy Incarnate.

Well, that’s why I sometimes hate myself because I tend to do the stupid things instead, like buying Jansport’s bag cost me almost a million.

Hahaha… Do I look like Ji Eun Tak now?

Winter and Autumn Sonata in Paris

Tadinya gue pengen ngelanjutin tulisan gue di postingan yang sebelumnya, cuma, gue terlalu mellow untuk nulis tema tersebut sekarang. Gue abis marathon drama lama Endless Love: “Winter Sonata”, baru episode 5, cuma episode ke 2 aja udah bikin gue banjir air mata. Bener ternyata, kayakynya novel kesukaan gue karya Ilana Tan yang judulnya Autumn In Paris emang terinspirasi sama drama itu. Tragic Story. My favorite theme of drama so far. Gue suka banget sama cerita-cerita ironic dan tragic yang bisa bikin lo nangis senangis nangisnya. Well, bukan karena gue mellow, ya memang, cuma karena cerita seperti itu gue anggap bagus. Dia bisa mengambil hati penontonnya, untuk bisa merasakan hal yang sama sama apa yang dirasakan karakter dalam drama atau novel tersebut. Itulah kisah cinta yang indah, bukan cuma yang akhirnya happy ending, tapi yang meninggalkan kesan yang mendalam. Yang bikin orang gak gampang lupa dengan ceritanya sehabis mereka nonton, mereka akan tetap mengenangnya bahkan dapat memutar lagi kenangan itu jika memang diperlukan.

Continue reading →

Dramaqueen’s daily life

Long time no post…!!

Exams’ week almost over, but I can’t seem to focus on studying because of some reasons.

The first one is, I’m not into study at all, yeah, I’m not a study person, I mean, I’m not the type who study hard right before exam. Usually, I just want to know my ability to solve the exams based on my own skills, mostly I’m studying while doing my exams. Well, That’s not recommended for you but this is just how I am.

The second one is, this week is our year end holiday, so, I should be peacefully relaxing on my home or go somewhere for holiday (usually, the first one) but for final exams I have to at least pretend that I’m studying, but eventually I ended up just opened my book and went back to my laptop or mobile phone.

vlcsnap-error594.

Then, I have a kitty name Molly in my house. He is so active and asks me to play whenever He sees me. I can’t resist him, so, I forgot my study and then just played with him instead.

The next reason is, I can’t get over “Goblin” yeah, that famous Korean drama is lingering my head almost every single day. I keep on watching them, Gong Yoo, Kim Go Eun, Lee Dong Wook over and over again, every single episode until the new episode that will be released every Friday night and Saturday night. Unlike the other drama that I have watched,  I’m even staying up late just for watching it. That doesn’t sound like me at all. I’m so obsessed with “Goblin”. The story line, the acting of the actors and actress are melted together and also the OSTs that are DAEBAKK!!! I don’t know what I have said but that’s what I feel about Goblin.

The best part of the drama of course the OST for me. They are beautiful and I can’t stop listening to them. I hope this drama will end beautifully. I don’t mind if the ending is sad or open-ending but it should be makes sense. I’d rather cry than watch an unreasonable ending just because some people want the ending to be like this or that. I heard the writer-nim is a good writer and please do it as you please, I will accept everything as long as is reasonable and makes sense. Well, I think I have talked too much about sort of things. I should get some sleep now. And finally my Friday is coming! I can’t wait for tonight’s new episode of Goblin. I hope my internet is not so bad and there is some quota left for me to download it, ups, sorry I watch it illegally but I have no choice. I’m not living in Korea and don’t even know Korean. But later on, I will try my best to understand Korean and so I can watch it without English subtitle.

Bye and Sweet dream.

Pre-Skripsh*t

Yes.. Pada akhirnya suka atau gak suka, terpaksa atau enggak, yang namanya mahasiswa akhirnya akan sampai ke titik ini, eits jangan sampai salah sebut!

Titik dimana penentuan kelulusan dan akhir dari semua penantian, awal dari babak baru kehidupan. Pertempuran terakhir!

Gue aja masih belum paham matkul tentang English Phonology semester 4 lalu gara-gara dosennya, unbelievable! Eeh sekarang gue udah harus mikirin judul skripsh*t, my gosh!

Well, ada beberapa yang terlintas dipikiran gue tentang skripsh*t kayak apa yang pengen gue garap, cuma gue masih belum tau apa yang mesti gue angkat dari situ.

Gue sih prefer skripsi tentang hobby gue, no, bukan menggambar tapi nonton film!!!

Gue udah ada 2 film dikepala gue, satunya sih rada bokep gitu, eh Tan! Gimana? emang filmnya rate NC-17,tau ga film apa? Well, mau tau aja!

Gue bukan suka filmnya karena NC-17 ininya tapi karena filmnya mengangkat tema yang dalem banget, gue gatau sedalem apa yang jelas, I like this movie. Cuma kalau gue ambil nih film nanti skripsi gue kontroversial banget jadinya. Well, gue punya alternative lainnya.

Film ini keren asli, cinematografinya, dialog pemainnya, ide ceritanya pokoknya perfect banget, rating 8.0 IMDB. Asli gue pengen banget film ini jadi skripsi gue nantinya, cuma gue lagi figure it out apa yang harus gue gali darinya dan dari dirimu eh diri gue apa yang bisa gue kerahkan agar nantinya skripsi gue berguna buat gue seenggaknya, supaya gue bisa menerapkan segala ilmu yang gue dapet selama gue belajar di Universitas kontroversial ini, asik.

Gue juga bingung mau pakai bahasa Inggris apa enggak, secara gue jurusan pendidikan bahasa Inggris, masa skripsi gue pake bahasa Gaelic? atau Klingon?

Doain gue ya semoga gue bisa melewati semua ini. Mungkin gue akan jadiin blog ini media curhat gue sesering mungkin buat ngelatih skill menulis gue, yang nyatanya gak ada. eh belum ada.

Toh gak ada yang tau hari esok kayak gimana kan?

Gloomy day in my fiction life

 

Tum Hi Ho.. Meri aashiqui abh tum hi ho..

Waha! Kenapa gue jadi melow dan mengindia gini. Well, tbh, sejak kecil gue memang diberi asupan film India karena memang dulu jamannya. My Indian style in movie kayak Kal Ho Na Ho, Kabhi Alvida Naa Kehna, Kabhi Khushi Kabhie Gham, Mohabbatein, Dilwale Dulhaniya Le Jayenge, Veer-Zaara, Ashoka, Har Dil Jo Pyar Karega, Aśhoka etc.

Barusan gue nonton Aashiqui 2 daaaaaaaaan.. Pecahlah air mata gue. I’ve known this previous version of Aashiqui before but never watch it. Gue juga udah beberapa hari ini sejak sekitar 2 minggu atau sebulan lalu dengerin soundtracknya yang judulnya Tum Hi Ho dan Meri Aashiqui. Akhirnya gue nonton yang Aashiqui 2 (2013) karena yang 1990 kelihatannya jadul banget. Sepanjang movie gue terhibur banget sama semua OSTnya yang adem banget. Mengingatkan gue pas gue denger theme songnya Kal Ho Na Ho pas ending yang bikin tenang sekaligus bikin sedih.

I like this kind of movie. Sad and tragic one. Gue suka ending yang bikin banjir air mata yang buat kita bertanya “Kenapa?..”

Gue kira mereka end up together but in fact ya gitu deh..

Love it a lot.