Explicit Content

Sempat berfikir buat memposting sedikit content blog yang explicit dan menjadikan blog ini restricted buat under 18 yo, cuma gak gue restricted aja gak ada yang baca gimana kalau gue restricted? Fak.

Gue sebenernya gak begitu peduli dengan reader karena tujuan gue buat blog ini buat nulis bukannya ngartis haha, gue cuma mau menumpakan ide-ide yang terpendam sebusuk apapun itu biar gak bau di otak gue nantinya. Dengan ngeblog juga gue bisa curhat tanpa perlu dikomentarin sama siapapun dan gue berasa lebih bebas ketimbang nulis status di social media yang menurut gue bukan gaya gue banget.

Status itu kadang memicu kontoversi dan I hate that. Sudah sifat golongan darah A gak mau di confront haha. Pada dasarnya semua orang itu penulis, cuma medianya aja yang berbeda, ada yang nulis di kertas, di blog, di website, di social media kayak twitter, facebook, dan Path ada juga yang nulis di notepad, di note hp, di uang lembaran, di tembok orang, di struk belanja, dimana lagi ya kita suka menorehkan catatan kita? hmm di buku utang?

Menulis itu gampang, cuma kalau terlalu dipikirin mau nulis apa itu yang bikin susah, jadi nulis apa saja lah yang bisa ditulis. Mumpung masih bisa nulis dan belum lupa. 

Advertisements

Killer Cats

Mungkin 13 Reasons Why gue salah satunya adalah kedua kucing itu. Demi apapun, rumah gue udah gak seperti dulu lagi ketika masih ada Bapak. Semuanya sudah berubah, mereka yang pegang kendali. Mereka, kedua kucing kakak beradik itu. Entah sejak kapan gue jadi benci ketika melihat kucing itu. Mungkin sejak salah satu dari mereka poop diatas kaki gue ketika tidur? tidak juga. Atau ketika mereka mengganggu makanan-makanan gue di atas meja? maybe. Tapi yang pasti, gue yang dulu pecinta kucing sudah hilang. Diganti dengan gue yang selalu histeris bila berada di dekat kucing. Gue bingung dengan perubahan drastis ini dan gak pernah ada maksud buat mengeluarkan kucing dari daftar hewan kesukaan gue. Gak pernah gue niat sekalipun, cuma kalau dipicu tiap hari rasa benci itu jadi muncul sendiri tanpa permisi.

Mereka kucing pembunuh! kucing yang seharusnya jadi hewan paling disayang seantero dunia harusnya tidak menyebabkan bencana besar seperti ini! Mereka harusnya duduk di sofa leyeh-leyeh bukannya berlarian kesana kemari, memecahkan segala yang ada di rumah itu dan bikin kegaduhan! Mereka kucing pembunuh, mungkin saja mereka memang hadir berkonspirasi menuntut balas akan ibu mereka yang terpaksa dibuang karena memiliki penyakit yang mematikan. Total revenge.
Lalu misi mereka sebenarnya mungkin… total revenge!

When I like you it’s total revenge
I want to but I can pretend
That I don’t need to be
By your side again
Wrap me up in a plastic case
Pat me down with your warm embrace
I wanna know where you lay your face at night
For all these years
You’re a problem that I can’t abide
I could sleep well if only I tried
But I stay up and dream of a bride to be
Oh me, oh my
Give it up, I can’t wait no more
I am stuck on your bedroom floor
With the thought that I may not be
As great as those that came before
There’s a man assigned to me
And he checks on my stability
We discuss you every week
Then I rinse and rinse, repeat
But maybe, I can show you, baby
Maybe, I can relax for good
Whoa, baby, I can show you
Maybe, baby
There’s a man assigned to me
And he checks on my stability
We discuss you every week
Then I rinse and rinse, repeat
And he charges by the tear
Till I weep no more strictly out of fear
That I can’t afford your love
And the moon just burns above, okay
Penulis lagu: Max Bemis
Lirik Total Revenge © Sony/ATV Music Publishing LLC
Artis: Say Anything
Album: …Is a Real Boy
Dirilis: 2004
Genre: Punk

Source: google.com 

About the migration from wordpress to blogger

I find wordpress kinda boring with the static templates and there is nothing much that we can do if we are a free user. Well, it’s not wordpress fault, really, but it’s just me who are cheap and I can’t help it. My previous blog on wordpress still active though, but I will continue writing here instead. Wish me luck and happy birthday? 

Drama Memperpanjang SIM

Hari ini tepatnya tanggal 26 Mei 2017 masehi, untuk pertama kalinya selama lima tahun terakhir gue kembali lagi ke tempat dulu gue dan alm. bokap gue bikin SIM, yaitu di Pasar Segar Depok. Tidak banyak berubah, cuma agak lebih rapih dikit aja dan masih sepi kayak dulu (Ini beneran pasar apa bukan sih?) dan calonya gak seperti dulu terang-terangan bahkan *maaf petugas berseragam sendiri yang menawarkan. Sekarang kayak underground gitu dan yang nawarin tukang-tukang dagang gitu dari pintu masuk sampe ke ujung. Gue takutnya begini, yaitu ditawarin sama calo, selain gue gak bisa nawar, gak ada jaminan kalo itu calo bakal bener-bener bikinin SIM gue! Gue gak mah ketipu. Lagipula kalo pake calo sekarang bayarnya mahal dan jadinya baru besok pagi, katanya gue besok disuruh dateng jam 5 bagi buat bikin SIMnya. what the hell!
Emang ya yang namanya pungli itu udah mendarahdaging di Indonesia. Dan gak bisa dipungkiri juga, mereka ada karena ada yang membutuhkan, istilahnya made by requestlah.

Continue reading

Drama Memperpanjang SIM

Hari ini tepatnya tanggal 26 Mei 2017 masehi, untuk pertama kalinya selama lima tahun terakhir gue kembali lagi ke tempat dulu gue dan alm. bokap gue bikin SIM, yaitu di Pasar Segar Depok. Tidak banyak berubah, cuma agak lebih rapih dikit aja dan masih sepi kayak dulu (Ini beneran pasar apa bukan sih?) dan calonya gak seperti dulu terang-terangan bahkan *maaf petugas berseragam sendiri yang menawarkan. Sekarang kayak underground gitu dan yang nawarin tukang-tukang dagang gitu dari pintu masuk sampe ke ujung. Gue takutnya begini, yaitu ditawarin sama calo, selain gue gak bisa nawar, gak ada jaminan kalo itu calo bakal bener-bener bikinin SIM gue! Gue gak mah ketipu. Lagipula kalo pake calo sekarang bayarnya mahal dan jadinya baru besok pagi, katanya gue besok disuruh dateng jam 5 bagi buat bikin SIMnya. what the hell!
Emang ya yang namanya pungli itu udah mendarahdaging di Indonesia. Dan gak bisa dipungkiri juga, mereka ada karena ada yang membutuhkan, istilahnya made by requestlah.

Beruntung gue kesana sama nyokap yang support gue supaya lewat jalur resmi aja. Gue juga sependapat sama nyokap, masa iya gue gak bisa? Oh iya, actually the night before, alias semalem sebelum nyokap besikeras nganter gue hari ini gue sedikit drama banget. Tiba-tiba keinget bapak, gue nangis karena bapak tahun ini gak bisa nganter gue kayak lima tahun lalu, gue takut. Dan karena sim gue udah expired tanggal 18 kemarin menambah ketakutan gue karena harus bikin sim baru. How stupid I am. Bisa-bisanya gue nganggep sepele hal ini.

That’s why here I am with nyokap dalam perjalanan ke ruang pemeriksaan kesehatan yang letaknya di paliiiiing ujung pasar yang sampai jam segitu belum juga rame layaknya pasar pada hakikatnya. Dalam perjalanan, kami bertemu ibu cantik dan anak laki-lakinya yang juga mau test kesehatan. Seperti diberikan petunjuk oleh Allah, dari sang ibu gue baru tau kalo masa berlaku sim itu tergantung sama tanggal lahir! Aaaaaaand I suddenly remember that, there was a mistake with my date of birth on my driving license and it should be May, ## instead of May, 18.

Alhamdulillah! I was so happy that maybe there’s a chance there. I don’t have to get te new one but I just have to renew my driving license. Thanks to the lovely lady before, really, thank you so much. Moreover, thank you very much to Allah SWT and my mom who always be my side.

Gue akhirnya kembali lagi ke pusat informasi di depan pintu masuk tadi dan langsung menanyakan pada 2 polisi yang duduk manis di depan. Pak Polisi yang satu akhirnya mempersilakan gue masuk untuk menanyakan langsung sama petugas di dalam. Gue pun masuk dengan tatapan sejumlah orang yang kala itu sedang duduk untuk menunggu namanya dipanggil untuk masuk entah ke ruang ujian tertulis, ke ruang foto, maupun ke loket pengambilan sim jika sudah jadi. Muka mereka penuh dengan harap-harap cemas.

Gue langsung ke loket pengambilan sim dan bertanya pada salah satu petugas wanita disana, gue menjelaskan problem gue dan she said. Oh, It’s okay, you can just renew it. Tapi tidak dalam bahasa Inggris yang intinya gue bisa langsung perpanjang aja. THANK GOD! Gue amat seneng walaupun gue tau gue harus kembali lagi ke belakang untuk cek kesehatan dan melewati beberapa proses yang melelahkan. Gue juga berpikir kasian sama nyokap harus bulak balik but she said that she’s fine. Love you to the moon and back mom, or Pluto maybe.

Singkat cerita gue habis ke loket kesehatan bayar 22.500>loket asuransi 30.000>dan loket pendaftaran 75.000. Total 127.500 but gak sebanding dong dengan kalo pake calo yaitu 500k-600k and it’s the way cheaper.

Gue harus masuk lagi ke dalem buat nyerahin formulir, mamah gak boleh masuk, gue kasian sama doi karena gue yakin ini pasti takes times dan belum tentu mamah dapat duduk di luar, tapi dia bilang dia bakal baik-baik aja. Dan supaya ga nunggu lama gue akhirnya masuk, nyerahin form dan nunggu dengan cantik. Agak lama sih cuma waktu kami nunggu, gue dan semua orang dalam ruangan itu yang jumlahnya nearly a hundred maybe ya, sedikit terhibur(?) karena ada satu bapak polisi yang kasih kita penyuluhan tentang aplikasi halo polisi dan panic button yang bisa di download di play store atau app store. Kalau ada keadaan darurat jadi kita ga perlu nelpon polisi nanti tinggal pencet tombol itu dan kita ditelpon balik oleh doi dan akan dibantu oleh polisi terdekat dengan lokasi kita. Gitu sih skemanya, cuma kalau prakteknya who knows sih. But, itu termasuk peningkatan layanan yang cukup bagus sih. Mudah-mudahan memang pelaksanaannya secanggih aplikasinya ya. Orang-orang disitu rupanya antusias bahkan ada yang bertanya dan langsung install appnya. Gue juga dong gak mau kalah and I have seen the ads before dan gue juga mau install, tapi apa daya ketika gue mau install begini katanya

Well sedih yaaaaa… Maklum sih hp jadul. Gue mau komplain tapi malu yaudahlah gue diem-diem aja. Gak lama nama gue dipanggil ke ruang foto, gue foto, finger scans, dan tanda tangan nunggu lagi sekitar 10 menitan lalu taraaaaaaa~ sim gue akhirnya jadiiiiii~ walau fotonya ya gitu, gak sesuai ekspektasi hih!

Gue keluar udah kayak menang Indonesian Idols dengan bangga menggenggam sim baru gue dan pas sampe luar mamah ga ada di peredaran, gue panik dong, sampe ternyata doi manggil gue. Doi bilang dia dipersilakan duduk sama ibu-ibu tukang jualan disitu, sampe 2 kali dan yang kedua akhirnya dia duduk. Ya Allah engkau maha baik. Alhamdulillah drama sim ini akhirnya happy ending juga, dapet pelajaran dan hikmahnya. Untung aja selalu ada mamah di samping gue. Gue pun pulang dengan perasaan paling lega sepanjang tahun ini, pak, anakmu ini bisa bikin sim sendiri loh, perpanjang deng, walau ditemenin mamah sih hehehe. Pak, are you watching there?

Part of me said

Being a part of something or someone’s life is kinda hard for me. I’m not a part of some group, organization whatsoever. I’m just busy being myself with myself. I don’t really care about other people’s life. I’m selfish, yes. Unlike the other, for me, asking someone to stay is not as easy as asking someone to leave or making them leave.

Part of me said

Being a part of something or someone’s life is kinda hard for me. I’m not a part of some group, organization whatsoever. I’m just busy being myself with myself. I don’t really care about other people’s life. I’m selfish, yes. Unlike the other, for me, asking someone to stay is not as easy as asking someone to leave or making them leave.