Killer Cats

Mungkin 13 Reasons Why gue salah satunya adalah kedua kucing itu. Demi apapun, rumah gue udah gak seperti dulu lagi ketika masih ada Bapak. Semuanya sudah berubah, mereka yang pegang kendali. Mereka, kedua kucing kakak beradik itu. Entah sejak kapan gue jadi benci ketika melihat kucing itu. Mungkin sejak salah satu dari mereka poop diatas kaki gue ketika tidur? tidak juga. Atau ketika mereka mengganggu makanan-makanan gue di atas meja? maybe. Tapi yang pasti, gue yang dulu pecinta kucing sudah hilang. Diganti dengan gue yang selalu histeris bila berada di dekat kucing. Gue bingung dengan perubahan drastis ini dan gak pernah ada maksud buat mengeluarkan kucing dari daftar hewan kesukaan gue. Gak pernah gue niat sekalipun, cuma kalau dipicu tiap hari rasa benci itu jadi muncul sendiri tanpa permisi.

Mereka kucing pembunuh! kucing yang seharusnya jadi hewan paling disayang seantero dunia harusnya tidak menyebabkan bencana besar seperti ini! Mereka harusnya duduk di sofa leyeh-leyeh bukannya berlarian kesana kemari, memecahkan segala yang ada di rumah itu dan bikin kegaduhan! Mereka kucing pembunuh, mungkin saja mereka memang hadir berkonspirasi menuntut balas akan ibu mereka yang terpaksa dibuang karena memiliki penyakit yang mematikan. Total revenge.
Lalu misi mereka sebenarnya mungkin… total revenge!

When I like you it’s total revenge
I want to but I can pretend
That I don’t need to be
By your side again
Wrap me up in a plastic case
Pat me down with your warm embrace
I wanna know where you lay your face at night
For all these years
You’re a problem that I can’t abide
I could sleep well if only I tried
But I stay up and dream of a bride to be
Oh me, oh my
Give it up, I can’t wait no more
I am stuck on your bedroom floor
With the thought that I may not be
As great as those that came before
There’s a man assigned to me
And he checks on my stability
We discuss you every week
Then I rinse and rinse, repeat
But maybe, I can show you, baby
Maybe, I can relax for good
Whoa, baby, I can show you
Maybe, baby
There’s a man assigned to me
And he checks on my stability
We discuss you every week
Then I rinse and rinse, repeat
And he charges by the tear
Till I weep no more strictly out of fear
That I can’t afford your love
And the moon just burns above, okay
Penulis lagu: Max Bemis
Lirik Total Revenge © Sony/ATV Music Publishing LLC
Artis: Say Anything
Album: …Is a Real Boy
Dirilis: 2004
Genre: Punk

Source: google.com 

Advertisements

About the migration from wordpress to blogger

I find wordpress kinda boring with the static templates and there is nothing much that we can do if we are a free user. Well, it’s not wordpress fault, really, but it’s just me who are cheap and I can’t help it. My previous blog on wordpress still active though, but I will continue writing here instead. Wish me luck and happy birthday? 

What I Talk About When I Talk With Women

As a girl or maybe now a woman unlike man we do not usually talk about politic, economy and other boring stuffs. We hardly care about it. But, recently, even not in my circle though, some women tend to talk about those boring stuffs. Well, maybe the world is changing and I don’t want to talk about that because for me it’s not important and I’m not interested with that kind of stuffs. Let’s talk about thing that women, in my opinion, talk about when there is no man around aka woman’s talk.

  1. We love to talk about lipstick or lip cream or coat or whatever they called it. Just ask a simply question like “what a nice colour!” then “what lipstick that you put on?” or “what lipstick are you wearing?” “which shade?” “can I take a look?” “where did you buy it?” “can i try it on?” “have you tried this one?” and this can go on forever. 
  2. What are you watching at the moment? And it can be drama or series (Korean drama, Japanese dorama, TV series, etc) or movie
  3. People. Either people that we know personally or public figure. It’s included selebgram, vlogger, beauty blogger or people that we barely know. (Friend’s boyfriend or girlfriend included)
  4. The songs you are listening to. 
  5. Fashion on magz or internet
  6. Life hacks or how to on facebook or instagram
  7. Make-up tutorials on youtube or blog
  8. Cooking hacks or kitchen tricks;usually on instagram or facebook
  9. Selca’s spots on instagram
  10. Man? The hot one especially.
  11. Food. 

Drama Memperpanjang SIM

Hari ini tepatnya tanggal 26 Mei 2017 masehi, untuk pertama kalinya selama lima tahun terakhir gue kembali lagi ke tempat dulu gue dan alm. bokap gue bikin SIM, yaitu di Pasar Segar Depok. Tidak banyak berubah, cuma agak lebih rapih dikit aja dan masih sepi kayak dulu (Ini beneran pasar apa bukan sih?) dan calonya gak seperti dulu terang-terangan bahkan *maaf petugas berseragam sendiri yang menawarkan. Sekarang kayak underground gitu dan yang nawarin tukang-tukang dagang gitu dari pintu masuk sampe ke ujung. Gue takutnya begini, yaitu ditawarin sama calo, selain gue gak bisa nawar, gak ada jaminan kalo itu calo bakal bener-bener bikinin SIM gue! Gue gak mah ketipu. Lagipula kalo pake calo sekarang bayarnya mahal dan jadinya baru besok pagi, katanya gue besok disuruh dateng jam 5 bagi buat bikin SIMnya. what the hell!
Emang ya yang namanya pungli itu udah mendarahdaging di Indonesia. Dan gak bisa dipungkiri juga, mereka ada karena ada yang membutuhkan, istilahnya made by requestlah.

Continue reading

No reason why

You will not probably read this and I’m glad you will not. I am not being “dramatic” but this just what I feel about us. Our past that seems so wrong from the start. I am not blaming anybody or myself. I do not even know who is responsible for us become like this. Or maybe we never become we either.

Continue reading

Bang!

Seiring berjalannya waktu ditambah dunia yang berputar tidak hentinya menyebabkan pergeseran makna dan rasa yang terkandung dalam sebuah kata. Dahulu ketika gue kecil, yang entah itu kapan, gue selalu menganggap semua hari asyik. Terutama hari minggu, yaa mungkin karena ada pengaruh sugesti dari lagu “Pada hari Minggu ku turut ayah ke kota…” jadi gue yang masih polos itu dulu selalu mengagung-agungkan hari Minggu.

Continue reading

Bang!

Seiring berjalannya waktu ditambah dunia yang berputar tidak hentinya menyebabkan pergeseran makna dan rasa yang terkandung dalam sebuah kata. Dahulu ketika gue kecil, yang entah itu kapan, gue selalu menganggap semua hari asyik. Terutama hari minggu, yaa mungkin karena ada pengaruh sugesti dari lagu “Pada hari Minggu ku turut ayah ke kota…” jadi gue yang masih polos itu dulu selalu mengagung-agungkan hari Minggu.

Setelah gue mulai agak besaran, namun tidak sebesar sekarang, dan merupakan side effect dari lagunya Marshanda yang berjudul “Kisah Sedih di Hari Minggu” perlahan gue jadi biasa aja sama hari minggu dan itu terbawa sampai sekarang gue rasa. Hari minggu itu boleh dikatakan pre-monday, yang biasa disalah-artikan menjadi pere mandi aka gak mandi. Yang merupakan awal dari sebuah hari Senin, hari yang lumayan angker bagi orang jaman sekarang, terutama para penikmat social media account seperti pet, instegrem en fesbuk.

Gue putuskan semenjak kenal sama *PHJ, hari yang paling gue suka adalah hari Jumat atau Friday. Hari dimana para lelaki menjadi ganteng karena Sholat Jumat dan jam istirahat otomatis memanjang sendiri dari 30 menit menjadi selamanya! SE LA MA NYA! Hari Jumat juga merupakan hari jajan sedunia ketika kantor gue masih dibilangan Setiabudi, Menara Paling kece sesetiabudi yaitu MK aka Menara Kuningan.

Semenjak pindah ke Fatmawati, which is famous for the bad traffic jam, there is no hope for me to feel such a feeling for Friday like in MK. Makanan susah, indomart jauh, serba gak ada disini, terisolasi sama proyek MRT. Harus jalan berkilo-kilo meter hanya untuk beli Mie ayam, ke warteg harus jalan dulu, beli gorengan harus jalan dulu, mau ke kamar mandi harus naik kopaja.

Tapi, merupakan sebuah keajaiban di hari Jumat ini, tepat hari ini yaitu tadi jam 12an ketika gue dan temen gue memutuskan untuk melanglang buana mengitari Fatmawati demi mencari sesuap nasi, dan sebungkus gorengan, kami dengan gagahnya menemukan TUKANG BAKSO CUANKI lewat di depan kita yang abangnya semudian melengos masuk gang, bahkan tidak memberi kesempatan pada kami buat mengenal dirinya lebih dekat. Tidak menyerah, temen gue pun akhirnya tak kuasa untuk memanggil abangnya dengan sisa-sisa gelambir diperut kami yang bergetar disetiap langkah kami.

Satu kali panggilan “Bang!” rupanya hanya sanggup untuk membuat abang-abang yang tidak berkepentingan untuk menengok ke arah kami. Kami pun menolaknya dengan berat hati, dan mencoba kembali memanggil abang TUKANG CUANKI yang nampaknya masih diluar jangkauan kami.

Dia akhirnya menoleh, kami akhirnya dapat mencapainya. Tak kuasa menahan rindu akannya, kami pun langsung pesan 2. Namun setelah kami mengikrarkan pesanan tersebut, kami merasa sangat terkhianati sampai-sampai gelak tawa tidak terbendung lagi. Kami tahan dan kami tahu kami kuat, walau dada terasa sakit.

Kami pun pulang dengan membawa 2 bungkus kembang tahu dan berlalu meninggalkan abangnya sendiri di gang tersebut.

WhatsApp Image 2017-05-19 at 4.51.30 PM

*If you want to know more about PHJ, just keep on dreaming!