Drama Memperpanjang SIM

Hari ini tepatnya tanggal 26 Mei 2017 masehi, untuk pertama kalinya selama lima tahun terakhir gue kembali lagi ke tempat dulu gue dan alm. bokap gue bikin SIM, yaitu di Pasar Segar Depok. Tidak banyak berubah, cuma agak lebih rapih dikit aja dan masih sepi kayak dulu (Ini beneran pasar apa bukan sih?) dan calonya gak seperti dulu terang-terangan bahkan *maaf petugas berseragam sendiri yang menawarkan. Sekarang kayak underground gitu dan yang nawarin tukang-tukang dagang gitu dari pintu masuk sampe ke ujung. Gue takutnya begini, yaitu ditawarin sama calo, selain gue gak bisa nawar, gak ada jaminan kalo itu calo bakal bener-bener bikinin SIM gue! Gue gak mah ketipu. Lagipula kalo pake calo sekarang bayarnya mahal dan jadinya baru besok pagi, katanya gue besok disuruh dateng jam 5 bagi buat bikin SIMnya. what the hell!
Emang ya yang namanya pungli itu udah mendarahdaging di Indonesia. Dan gak bisa dipungkiri juga, mereka ada karena ada yang membutuhkan, istilahnya made by requestlah.

Continue reading →

Bang!

Seiring berjalannya waktu ditambah dunia yang berputar tidak hentinya menyebabkan pergeseran makna dan rasa yang terkandung dalam sebuah kata. Dahulu ketika gue kecil, yang entah itu kapan, gue selalu menganggap semua hari asyik. Terutama hari minggu, yaa mungkin karena ada pengaruh sugesti dari lagu “Pada hari Minggu ku turut ayah ke kota…” jadi gue yang masih polos itu dulu selalu mengagung-agungkan hari Minggu.

Continue reading →

13 Reasons Why

After watching 13 reasons why serial, It reminds me of my friendships with several people in my life that’s over a long time ago. And seems that we will never be together again, ever. People come and go wherever and whenever they feel like it. Cannot be stopped yet unpredictable. So, I decided to forget all whoever’s gone or left and never look back again. But sometimes, the memory come back to me without my permission and it tortures me. For the one that I already forget who you were and what we were, please don’t you dare ever come back to me, leave me only with the good memory of yours. Just leave me. It would be better for us to forget each other and act like nothing’s happened. Act like strangers if we meet. Like we never met before, ever.

I hate…

I hate sleeping

It’s just that I’m afraid that when I woke up, everything would never be the same again

Like, I was juts dreaming or maybe my whole day was a fairytale. That I would never go to the same place again as today or having the conversation like I had today.

I’m afraid. Is this real or unreal?