반지

Have you ever watched some movie or drama and you want the same ring or necklace that the lead male or female wore so bad?

 

Advertisements

Winter and Autumn Sonata in Paris

Tadinya gue pengen ngelanjutin tulisan gue di postingan yang sebelumnya, cuma, gue terlalu mellow untuk nulis tema tersebut sekarang. Gue abis marathon drama lama Endless Love: “Winter Sonata”, baru episode 5, cuma episode ke 2 aja udah bikin gue banjir air mata. Bener ternyata, kayakynya novel kesukaan gue karya Ilana Tan yang judulnya Autumn In Paris emang terinspirasi sama drama itu. Tragic Story. My favorite theme of drama so far. Gue suka banget sama cerita-cerita ironic dan tragic yang bisa bikin lo nangis senangis nangisnya. Well, bukan karena gue mellow, ya memang, cuma karena cerita seperti itu gue anggap bagus. Dia bisa mengambil hati penontonnya, untuk bisa merasakan hal yang sama sama apa yang dirasakan karakter dalam drama atau novel tersebut. Itulah kisah cinta yang indah, bukan cuma yang akhirnya happy ending, tapi yang meninggalkan kesan yang mendalam. Yang bikin orang gak gampang lupa dengan ceritanya sehabis mereka nonton, mereka akan tetap mengenangnya bahkan dapat memutar lagi kenangan itu jika memang diperlukan.

Continue reading →

Pre-Skripsh*t

Yes.. Pada akhirnya suka atau gak suka, terpaksa atau enggak, yang namanya mahasiswa akhirnya akan sampai ke titik ini, eits jangan sampai salah sebut!

Titik dimana penentuan kelulusan dan akhir dari semua penantian, awal dari babak baru kehidupan. Pertempuran terakhir!

Gue aja masih belum paham matkul tentang English Phonology semester 4 lalu gara-gara dosennya, unbelievable! Eeh sekarang gue udah harus mikirin judul skripsh*t, my gosh!

Well, ada beberapa yang terlintas dipikiran gue tentang skripsh*t kayak apa yang pengen gue garap, cuma gue masih belum tau apa yang mesti gue angkat dari situ.

Gue sih prefer skripsi tentang hobby gue, no, bukan menggambar tapi nonton film!!!

Gue udah ada 2 film dikepala gue, satunya sih rada bokep gitu, eh Tan! Gimana? emang filmnya rate NC-17,tau ga film apa? Well, mau tau aja!

Gue bukan suka filmnya karena NC-17 ininya tapi karena filmnya mengangkat tema yang dalem banget, gue gatau sedalem apa yang jelas, I like this movie. Cuma kalau gue ambil nih film nanti skripsi gue kontroversial banget jadinya. Well, gue punya alternative lainnya.

Film ini keren asli, cinematografinya, dialog pemainnya, ide ceritanya pokoknya perfect banget, rating 8.0 IMDB. Asli gue pengen banget film ini jadi skripsi gue nantinya, cuma gue lagi figure it out apa yang harus gue gali darinya dan dari dirimu eh diri gue apa yang bisa gue kerahkan agar nantinya skripsi gue berguna buat gue seenggaknya, supaya gue bisa menerapkan segala ilmu yang gue dapet selama gue belajar di Universitas kontroversial ini, asik.

Gue juga bingung mau pakai bahasa Inggris apa enggak, secara gue jurusan pendidikan bahasa Inggris, masa skripsi gue pake bahasa Gaelic? atau Klingon?

Doain gue ya semoga gue bisa melewati semua ini. Mungkin gue akan jadiin blog ini media curhat gue sesering mungkin buat ngelatih skill menulis gue, yang nyatanya gak ada. eh belum ada.

Toh gak ada yang tau hari esok kayak gimana kan?

Bacaaaaaaa!!

Gue pernah denger cerita antara orang Indonesia sama orang luar mengenai hobi. Ketika orang Indonesia bilang hobi mereka membaca, si orang luar (luar negeri ya bukan luar angkasa) ketawa. Dalam budaya mereka, membaca bukanlah sebuah hobi melainkan sudah menjadi sebuah kebiasaan. Membaca yang dijadikan orang Indonesia sebuah hobi dipandang mereka aneh, karena membaca bagi mereka lebih dekat kepada keharusan dan kebiasaan. Kalo hobi itu kesannya kayak membaca itu kegiatan khusus sedangkan kalo orang luar tidak memandang demikian tentang membaca.

So, membaca itu udah mainstream? lol semacam itulah.

Kita suka mendewakan orang yang suka membaca, padahal membaca bukanlah suatu hal yang hanya dilakukan orang yang suka saja, melainkan hal yang seharusnya memang kita lakukan dan kita jadikan kebiasaan. Nah, dengan intro yang begitu pandjang disini gue cuma mau curhat (lagi) mengenai minat baca gue yang udah mulai menurun beiringan dengan minat nulis gue. Karena menurut gue baca dan nulis punya hubungan erat. Ketika gue suka nulis itu berarti gue lagi demen baca. Ya, gue orang Indonesia yang menjadikan baca sebuah hobi. Karena jujur, gue bisa baca kalo gue punya mood. Berarti gue belom termasuk kriteria orang luar negeri karena menjadikan membaca sebuah kegiatan yang sakral. Ya, membaca bagi gue sama dengan nonton film. Peristiwa yang sakral. Keduanya berlangsung ketika gue punya MOOD.

Continue reading →